Jumat, 02 Oktober 2015

KAS





 MAKALAH 
AKUNTANSI KEUANGAN 
" KAS "
 
A.                Pengertian kas
            Kas adalah alat pembayaran yang syah di Indonesia dan barang-barang lain yang dapat segera diuangkan sebesar nilai nominalnya dan dapat digunakan untuk membayar utang jangka pendek, Dengan demikian yang termasuk ke dalam kas adalah uang kertas, uang logam, cek (segala macam cek dalam rupiah kecuali cek mundur) dan wesel pos yang diterima dari pihak lain, serta saldo di Bank yang bebas diambil (giro dan tabungan) konsep yang biasa dipakai dalam buku ajar Amerika yaitu uang kertas, uang logam, Cek, Wesel pos, simpanan di Bank dan barang barang lain yang dapat dterima di Bank sebagai setoran" tidak dapat dipakai di Indonesia karena tidak sesuai dengan praktik Bank di Indonesia.
B.        Fungsi Penerimaan Kas
            Pada umumnya fungsi penerimaan kas pada organisasi perusahaan mencakup kepengurusan kas secara fisik dan administrative. Menurut Smith and Skousen dalam bukunya yang berjudul “Intermediate Accounting” fungsi kas adalah sebagai berikut: “ The standard of medium of exchangeis cash. Even if cash is not directly involved intransaction, if provides the basis for measurement and accounting for all others item” Fungsi kas yang kemukakan oleh Smith and Skousen adalah meskipun kas tidak terlibat langsung dalam suatu transaksi, tetapi akan menjadi data untk megukuran dan akuntansi untuk semua bagian lain.
C.        Tujuan Penerimaan Kas
            Menurut Committee On Sponsoring Organizing (COSO) dalam bukuany yang berjudul “Auditing” (2003;138) mengemukakan tujuan kas adalah sebagai berikut: Kendalan Laporan Keuangan Kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku Efektivitas dan efisiensi operasi “. Karena tidak semua tujuan pengendalian intern tersebut relevan pengendalian atas laporan keuangan, tanggung jawab auditor dalam mematuhi standar pekerjaan lapangan kedua bagian.
Contoh:
     1.      Jurnal penerimaan kas (Cash Receives Journal)
            Berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi penerimaan kas. 
     2.      Jurnal pengeluaran kas (Cash Payments Journal)
            Berfungsi sebagai tempat mencatat semua transaksi pengeluaran kas.Yang dimaksud dengan kas dalam pengertian tersebut adalah :Uang tunai yang ada di perusahaan (cash on hand)Uang perusahaan yang disimpan di bank dalam bentuk giro yang sewaktu-waktu dapa tdiambil (cash in bank) Oleh karena itu pengeluaran kas meliputi pembayaran dengan uang tunai dan pembayaran dengan menggunakan cek atau bilyet giro. Untuk kepentingan pengawasan kas, semua penerimaan kas biasanya disetorkan ke bank sehingga pengeluaran kas harus menggunakan cek atau bilyet giro.
            Bentuk atau kolom-kolom jurnal pengeluaran kas disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dengan memperhatikan volume dan sifat transaksi yang biasa terjadi dalam perusahaan.Misalnya dalam perusahaan yang sering melakukan transaksi pembelian kre'dit sehingga sering melakukan transaksi pembayaran hutang, dalam jurnal pengeluaran kas harus disediakan kolom khusus untuk akun utang dagang. Demikian pula dalam perusahaan yang sering melakukari pembelian perlengkapan kantor, harus disediakan kolom khusus untuk akun perlengkapan kantor, dsb.

D.    Macam-macam kas

      1.      Uang Kertas
             Alat bayar yang sah dan wajib diterima oleh masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli sehari-hari. Uang kertas adalah uang yang terbuat dari kertas dengan gambar dan cap tertentu dan merupakan alat pembayaran yang sah. Menurut penjelasan UU No. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia, yang dimaksud dengan uang kertas adalah uang dalam bentuk lembaran yang terbuat dari bahan kertas atau bahan lainnya (yang menyerupai kertas).
      2.       Uang Logam
       alat bayar yang sah dan wajib diterima oleh masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli sehari-hari. Uang logam biasanya terbuat dari emas atau perak karena emas dan perak memenuhi syarat-syarat uang yang efesien.Karena harga emas dan perak yang cenderung tinggi dan stabil, emas dan perak mudah dikenali dan diterima orang.Di samping itu, emas dan perak tidak mudah musnah.Emas dan perak juga mudah dibagi-bagi menjadi unit yang lebih kecil.Di zaman sekarang, uang logam tidak dinilai dari berat emasnya, namun dari nilai nominalnya.Nilai nominal itu merupakan pernyataan bahwa sejumlah emas dengan berat tertentu terkandung di dalamnya.
      3.      Cek yang belum disetorkan
       Cek yang oleh perusahaan sudah dicatat sebagai penerimaan tetapi belum dicatat oleh bank, atau cek yang sudah dicatat sebagai penerimaan oleh bank tetapi belum dicatat oleh perusahaan. Namun dapat juga diartikan sebagai cek yang sudah dicatat oleh perusahaan sebagai pengeluaran tetapi bank belum mencatatnya, ataupun cek yang sudah dicatat oleh bank sebagai pengeluaran tetapi belum dicatat oleh perusahaan.
       4.      Simpanan dalam bentuk uang
       Pengertian giro menurut Undang-undang Perbankan nomor 10 tahun 1998 adalah simpanan/dana pihak ketiga, dimana penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan media yaitu cek (cheque), bilyet giro dan sarana perintah pembayaran lainnya.
      5.      Traveller's Checks
       Adalah cheque yang diterbitkan oleh bank atau lembaga keuangan non bank yang berwenang dalam bentuk pecahan tertentu untuk dipergunakan dalam perjalanan didalam maupun diluar negeri.
     6.      Cashier's Checks
       Seorang pelanggan yang membeli cek kasir membayar untuk nilai wajah penuh cek dan  biasanya juga membayar premi kecil untuk layanan ini. Pemeriksaan ini dijamin oleh dana dari penerbit biasanya bank dan menyertakan nama penerima pembayaran yang (entitas yang memeriksa dibayar), dan nama remiter (yang entitas yang dibayar untuk memeriksa).
      7.      Bank Draft
       Adalah surat berharga yang berisi perintah tak bersyarat dari bank penerbit draft tersebut kepada pihak lainnya (tertarik) untuk membayar sejumlah uang kepada seseorang tertentu atau orang yang ditunjuknya pada waktu yang telah ditentukan. 
      8.      Money Order
      Adalah Surat yang memuat perintah dari satu kantor lain, agen suatu bank, kantor pos, atau lembaga keuangan untuk membayar sejumlah uang kepada penerima pembayaran, yang ditunjuk didalam SPP (Surat Perintah Pembayaran).

1.      Perlakuan Akuntansi Terhadap Kas
Kas merupakan harta lancar entitas atau perusahaan yang sangat menarik dan mudah untuk diselewengkan.Karena menyangkut dengan penerimaan dan pengeluaran kas maka perlu pengendalian internal (internal control) yang baik atas kas dan bank. Sedangkan menurut PSAK No.2 (2009), Kas terdiri atas saldo kas (cash on hand) dan rekening giro (demand deposits), sedangkan setara kas (cash equivalent) adalah investasi yang sifatnya sangat likuid, berjangka pendek, dan yang dengan cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah yang dapat ditentukan dan memiliki risiko perubahan nilai yang tidak signifikan.
Setara kas dimiliki untuk memenuhi komitmen kas jangka pendek, bukan untuk investasi atau tujuan lain. Untuk memenuhi persyaratan setara kas, investasi harus dapat segera diubah menjadi kas dalam jumlah yang diketahui tanpa menghadapi resiko perubahan nilai yang signifikan. Karenanya, suatu investasi baru dapat memenuhi syarat sebagau setara kas hanya segera akan jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dari tanggal perolehannya.
    a.      Sifat dan contoh kas dan setara kas
      Kas merupakan harta lancer perusahaan yang sangat menarik dan mudah untuk diselewengkan . menurut SAK 1994:
a. Kas adalah alat pembayaran yang siap dan bebas dipergunakan untuk membiayai kegiatan umum perusahaan.
b. Bank adalah sisa rekening giro perusahaan yang dapat dipergunakan secara bebas untuk membiayai kegiatan mum perusahaan.
    b.      Contoh dari perkiraan-perKiraan  yang biasa digolongkan sebagai kas dari bank adalah:
a.      Kas kecil
b.      Saldo rekening giro di bank
c.       Bon sementara
d.      Bon-bon kas kecil yang belum di reimbursed
e.       Check tunai yang akan di depositokan
c.       Yang tidak dapat digolongkan sebagai bagian dari kas dan bank dalam neraca adalah :
a.       Deposito berjangka yang jatuh tempo lebih dr 3 bln
b.      Check kosong dan check mundur
c.       Dana yang disisihkan untuk tujuan tertentu (sinking fund)
d.      Rekening  giro yg tidak dapat segera digunakan baik di dalam maupun di luar negeri, misalnya karena  dibekukan.

2.      Saldo Kas
Saldo kas meliputi penerimaan ditangan yang belum disetor, kas di bank, pada rekening giro umum dan rekening tabungan, serta akun impres seperti kas kecil dan rekening di bank untuk gaji.
3.      laporan Arus Kas
         Laporan arus kas (Inggris: cash flow statement atau statement of cash flows) adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan aliran masuk dan keluar uang (kas) perusahaan.
a.       Manfaat informasi arus kas
    1.      Informasi arus kas berguna sebagai indikator jumlah arus kas di masa yang akan datang, serta  berguna untuk menilai kecermatan atas taksiran arus kas yang telah dibuat sebelumnya.
    2.      Laporan arus kas juga menjadi alat pertanggungj awaban arus kas masuk dan arus kas keluar selama periode pelaporan.
            Apabila dikaitkan dengan laporan keuangan lainnya, laporan arus kas memberikan informasi yang bermanfaat bagi pengguna laporan dalam mengevaluasi perubahan kekayaan bersih/ekuitas dana suatu entitas pelaporan dan struktur keuangan pemerintah (termasuk likuiditas dan solvabilitas). Arus kas (cash flow) adalah suatu laporan keuangan yang berisikan pengaruh kas dari kegiatan operasi, kegiatan transaksi investasi dan kegiatan transaksi pembiayaan/pendanaan serta kenaikan atau penurunan bersih dalam kas suatu perusahaan selama satu periode.
            Menurut PSAK No.2 (2002 :5) Arus kas adalah arus masuk dan arus keluar kas atau setara kas. La poran arus kas merupakan revisi dari mana uang kas diperoleh perusahaan dan bagaimana mereka membelanjakannya.Laporan arus kas merupakan ringkasan dari penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan selama periode tertentu (biasanya satu tahun buku).

b. Laporan arus kas (cash flow) mengandung dua macam aliran/arus kas yaitu:

  1. Cashinflow
      Cash inflow adalah arus kas yang terjadi dari kegiatan transaksi yang melahirkan keuntungan kas (penerimaan kas). Arus kas masuk (cash inflow) terdiri dari:
1)      Hasil penjualan produk/jasa perusahaan.
2)      Penagihan piutang dari penjualan kredit.
3)      Penjualn aktiva tetap yang ada.
4)      Penerimaan investasi dari pemilik atau saham bila perseroan terbatas. 
5)      Pinjaman/hutangdari pihaklain.
6)      Penerimaansewadanpendapatan lain.
 
2. Cashoutflow
         Cas hout flow adalah arus kas yang  terjadi dari kegiatan transaks iyang mengakibatkan beban pengeluaran kas. Arus kas keluar (cas hout flow) terdiri dari. Pengeluaran biaya bahan baku, tenaga kerja langsung dan biaya pabrik lain-lain. Pengeluaran biaya administrasi  umum dan admintrasi penjualan. Pembelian aktiva tetap. Pembayaran hutang-hutang perusahaan. Pembayaran kmbali investasi dari pemilik perusahaan. Pembayaran sewa, pajak, deviden, bunga dan pengeluaran lain-lain.
 
E.     Manajemen Kas
Didefinisikan sebagai pengoptimasian penggunaan kas sebagai aktiva.Hal ini berarti tidak boleh terjadi kegagalan pemakaian kas, dan pengawasan terhadap posisi kas.
   1.      Tujuan manajemen kas meliputi 2 hai yaitu:
         Likuiditas : manajemen harus secara sadar menjaga likuiditas dan jumlah kas yang harus ada dalam perusahaan.
         Earning :tiap pengeluaran perusahaan harus diarahkan untuk mendapatkan kemungkinan hasil yang lebih besar dibandingkan dengan kas yang dikeluarkan. Selain itu manajemen harus menjamin pembayaran dilakukan secara ekonomis. 
F.     Perencanaan Kas
         Aspek utama perencanaan kas adalah penyusunan anggaran kas.Manajer harus menyiapkan daftar kegiatan untuk menimbulkan kas (pembelanjaan) dan kegiatan menggunakan kas (pengoperasian dan penginvestasian). Dengan kata lain manajer harus membuat proyeksi Cash in   flow, Cash out flow dan balance (saldo)
Agar tujuan tercapai, ada 2 hal yang harus dilakukan:
1.      Menentukan sumber penerimaan kas, misal; kas dari operasi rutin, kas dari pelunasan utang jangka panjang, investasi dari pemilik, penjualan aktiva tetap, mengeluarkan obligasi dll
2.      Menentukan rencana penggunaan kas, misal; pembayaran dividen, pembayaran utang jangka panjang, pembelian aktiva tetap, membayar gaji karyawan.
         Berdasarkan 2 hal tadi maka manajemen dapat mengetahui seberapa besar kas yang dibutuhkan atau seberapa besar kas yang menganggur, selanjutnya dapat ditentukan langkah selanjutnya terhadap kas yang berlebihan atau menganggur.

G.    Sistem Pengendalian Internal terhadap Kas
   Adalah semua sarana, alat, mekanisme yang digunakan oleh perusahaan untuk:
1.      Mengamankan, mencegah pemborosan dan penyalah gunaan kas
2.      Menjamin ketelitian dan dapat dipercaya/tidaknya data akuntansi tentang kas
3.      Mendorong dicapainya efisiensi, serta
4.      Dipatuhinya kebijakan manajemen tentang kas.

   1)      Pengawasan Internal
         Pengawasan akuntansi; berkaitan dengan mengamankan kekayaan perusahaan, menjamin ketelitian & dapat dipercaya/tidaknya data akuntansi.
         Pengawasan administrasi; berkaitan dengan efisiensi operasi & kepatuhan terhadap kebijakan manajemen
    2)      Pengawasan internal thd kas didesain untuk menjamin bahwa:
            Adanya pemisahan antara bagian-bagian yang menangani kas:
a.       Semua kas yang diterima harus segera disetor ke bank.
b.      Pengeluaran kas harus ada otorisasi dan sesuai tujuan.         
Semua pengeluaran kas harus menggunakan cek, kecuali pengeluaran yang jumlahnya kecil menggunakan petty cash.

    3)      Prinsip yang berkaitan dengan pengawasan akuntansi:
a.       Karyawan yang jujur dan kompeten, serta memiliki tanggung jawab
b.      Tanggung jawab yang terkait harus dilaksanakan oleh fungsi-fungsi yang terpisah
c.       Fungsi akuntansi harus dipisahkan dari fungsi pelaksana
d.      Catatan akuntansi yang memadai harus terselenggara setiap saat
e.       Melaksanakan rotasi tugas untuk karyawan yang melaksanakan kegiatan klerikal
f.       Adanya sistem otorisasi
g.      Adanya kebiasaan yang baik dalam perusahaan

H.    Kas Kecil (Petty Cash)
         Adalah dana yang dibentuk untuk membiayai pengeluaran rutin perusahaan dan jumlahnya relatif kecil
   1.      Metode pencatatan Kas kecil

  •      Sistem dana tetap

         Pembentukan dana kas kecil .Kasir kas kecil diberikan sejumlah uang. Pada saat kas kecil  hampir habis kasir kas kecil membuat laporan penggunaan dana untuk keperluan pengisian kembali dana kas kecil. Pengisian dana kas kecil selalu sebesar pengeluaran yang telah dilakukan.
Jadi besarnya dana kas kecil selalu sama/tetap.

  •     Sistem dana berfluktuasi

         Pada sistem ini akun kas kecil dipakai untuk mencatat transaksi yang mempengaruhi jumlah kas kecil, diantaranya:
a.       Pembentukan dana kas kecil,
b.      Penggunaan/pengeluaran dana kas kecil,
c.        Pengisian dana kas kecil,
d.       penambahan dana kas kecil, maupun
e.       pengurangan/penarikan kembali  dana kas kecil.
         Pencatatan dilakukan segera setelah terjadi pengeluaran kas kecil, tidak ditangguhkan s.d. saat pengisian kembali dana kas kecil (spt pada sisitem dana tetap). Akun kas kecil pada dasarya harus menunjukkan saldo pada setiap saat sebesar jumlah dana kas kecil yang ada di kasir kas kecil.Oleh karena itu maka pada sistem ini harus diselenggarakan buku jurnal khusus (tersendiri).
2.  Karakteristik Dasar Dari Kas Kecil
1).  Jumlahnya dibatasi tidak lebih atau tidak kurang dari suatu jumlah tertentu yang telah ditentukan oleh manajemen perusahaan. Tentunya masing-masing perusahaan menetapkan jumlah yang berbeda sesuai dengan sekala operasional perusahaan (biasanya antara Rp 500,000,- sampai dengan Rp 5,000,000,- )
  2).   Dipergunakan untuk mendanai transaksi kecil yang sifatnya rutin setiap hari
     3).  Disimpan di tempat khusus, entah itu dengan kotak kecil, yang biasa disebut dengan petty cash box atau di dalam sebuah amplop.
     4).   Ditangani atau dipegang oleh petugas keuangan di tingkatan pemula (Junior Cashier).
3.  Prosedur Kas Kecil
            Terlepas dari material atau tidaknya nilai dari kas kecil, kas kecil memiliki pernana yang penting di dalam operasional perusahaan.Transaksi-transaksi kecil terjadi setiap hari mulai sejak awal jam operasional perusahan dipagi hari sampai akhir jam operasional di sore atau malam hari.
            Untuk itu, perusahan hendaklah melakukan pengelolaan kas kecil secara baik.Prosedur kas kecil mutlak diperlukan. Tidak ada alas an bagi perusahaan untuk tidak melakukan pengelolaan. Pengelolaan yang tidak memadai atau cenderung buruk akan kas kecil, dapat mengganggu kelancaran operasional perusahaan. Dapat dibayangkan jika suatu ketika perusahaan kehabisan kas kecil, akan ada banyak pembelian kecil yang tidak dapat dilakukandengancepat.Berikut adalah petunjuk atau tips bagaimana melakukan pengelolaan kas kecil

4.  Penetapan Batas Saldo Maksimal Dan Minimal Kas Kecil

            Di awal pembentukan akun kas kecil, manajemen hendaknya menetapkan nominal yang pasti mengenai saldo minimal dan saldo maksimal atas kas kecil. Seperti telah disampaikan di atas, nominl yang akan ditentukan disesuaikan dengan sekala operasional perusahaan. Sekiranya manajemen menggap perlu untuk mengubah batasan saldo minimal atau saldo maksimal kas kecil, tentu boleh dilakukan, akan tetapi kebijakan baru itu hendaklah di umumkan secara resmi, dab disosialisasikan kepada semua pihak di perusahaan, untuk diketahui dan dijadikan dasar pertimbangan bagi setiap departemen di perusahaan di dalam melakukan permintaan akan dana atau pembelian barang.

5.  Petugas Pelaksana Kas Kecil (Kasir Kas Kecil)

            Minimal ada dua petugas pelaksana kas kecil.Mengingat fungsi dari kas kecil yang diperuntukkan untuk mendanai transaksi transaksi kecil yang sifatnya rutin setiap hari, satu orang petugas saja tidaklah cukup. Ketika salah satu kasir kas kecil meninggalkan kantor, entah karena pergantian shift atau karena cuti, hendaknya masih ada petugas kas keci lain yang dapat menggantikannya.
            Seorang kasir kas kecil sebaiknya memenuhi kriteria-krietria sebagai berikut : Menguasai dasar-dasar akuntansi, mampu menangani pembelian-pembelian dalam jumlah kecil, dapat bersikap konsisten, jujur dan mampu melakukan pekerjaan-perjaan yang memerlukan penggunaan spreadsheet sederhana (Misalnya : Excel).
            Manajemen hendaknya menyediakan pelatihan (training) yang memadai mengenai penanganan kas kecil. Memberikan petunjuk atau tips bagaimana melaksanakan kas kecil, mulai dari tata cara pengisian kembali kas kecil sanpai dengan cara-cara rekonsiliasi kas kecil, dan prosedur pembelian.

6. Pengisian Kembali Kas Kecil

            Begitu nilai batasan maksimal dan minimal kas kecil telah ditentukan, maka Financial Controller hendaknya memberikan perintah pengisian kepada Kasir Umum (General Cashier) dengan menarik kas dari bank.
            Uang diserahkan kepada Kasir kas kecil. Setelah jumlah fisik dana kas kecil selesai dihitung hendaknya dilakukan serah terima resmi, dimana Kasir Kas Kecil menandatangani tanda terima atas dana Kas Kecil yang diserahkan sekaligus sebagai tanda serah terima tanggung jawab atas dana kas kecil tersebut.
            Kasir Kas Kecil wajib mentaati ketentuan batas saldo maksimal dan minimal atas kas kecil. Jika suatu ketika saldo kas kecil mengalami perubahan yang signifikan, maka kasir kas kecil : Mengajukan permohonan pengsian kembali (dalam hal saldo diperkirakan akan melewati batas bawah) kepada Financial Controller, atau melaporkan dan menyerahkan kelebihan dana (dalam hal saldo diperkirakan akan melewati batas atas yang telah ditentukan). 

7. Penggunaan Kas Kecil

            Bagian yang membutuhkan, seharusnya mengajukan permohonan kas kecil sebelum melakukan pembelian, dan Kasir Kas kecil hanya boleh mengeluarkan (melakukan pembayaran) Kas Kecil, hanya untuk permohonan pembayaran atau pembelian yang telah mendapat persetujuan dari Financial Controller atau Manajer Keuangan.
            Untuk setiap pengeluaran, Kasir kas kecil harus membuat bukti pengeluaran Kas Kecil yang ditanda tangani oleh penerima dana (pembayaran). Dicatat di dalam buku kas kecil,kemudian Bukti pengeluaran di arsip kan dengan baik.Selalu lakukan penghitungan cepat terhadap fisik kas kecil, setiap selesai melakukan pengeluaran kas kecil.Hal ini aka dapat mengurangi beban pekerjaan pada saat melakukan rekonsiliasi di penutupan kas kacil setiap harinya.

 8. Penghitungan Fisik Dan Rekonsiliasi Kas Kecil

            Pencatatan dan pelaporan kas kecil hendaklah bersifat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, untuk itu setiap pembukaan diawal jam kerja dan penutupan di akhir jam kerja operasional perusahaan, hendaknya selalu dilakukan penghitungan fisik.Untuk kemudian di cocokankan dengan catatan kas kecil atau lebih dieknal dengan rekonsiliasi kas kecil.
            Jika ditemukan perbedaan antara fisik dan akas kecil dengan catatan yang ada, maka perbedaan tersebut hendaknya dilaporkan kepada Financial Controller, jika sudah di approve, maka mintalah bookkeeper melakukan adjustment atas perbedaan tersebut.

 Semoga  postingan ini bermanfaat buat teman2.